Kamis, 14 Mei 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Sanggar Digital 6rupSanggar Digital 6rup
Sanggar Digital 6rup - Your source for the latest articles and insights
Beranda Berita BPBD Perketat Pengawasan Daerah Rawan Longsor di B...
Berita

BPBD Perketat Pengawasan Daerah Rawan Longsor di Balikpapan

NEWS Balikpapan — Menjelang puncak musim hujan di wilayah Kalimantan Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan memperketat pengawasan di sejumlah titik

BPBD Perketat Pengawasan Daerah Rawan Longsor di Balikpapan

NEWS Balikpapan — Menjelang puncak musim hujan di wilayah Kalimantan Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan longsor. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dini terhadap potensi bencana yang dapat mengancam permukiman warga dan infrastruktur vital kota.

BPBD Balikpapan Perketat Pengawasan Wilayah Rawan Longsor, Warga Diminta  Siap Evakuasi Dini - IniBalikpapan.Com
BPBD Perketat Pengawasan Daerah Rawan Longsor di Balikpapan

Kepala BPBD Balikpapan, Ade Ariyanto, mengatakan pihaknya telah meningkatkan patroli lapangan dan memperbarui data wilayah berisiko tinggi. Setidaknya terdapat 27 titik rawan longsor yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Balikpapan Utara, Balikpapan Tengah, dan Balikpapan Selatan.

Baca Juga : Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan Dana Hibah Tempat Ibadah melalui Verifikasi Digital 

“Curah hujan yang tinggi disertai kondisi tanah labil membuat beberapa wilayah masuk dalam pengawasan intensif. Kami siagakan petugas 24 jam di posko siaga bencana,” ujar Ade Ariyanto, Senin (3/11).


Fokus Pemantauan di Permukiman Padat dan Lereng Curam

Ade menjelaskan, pengawasan difokuskan pada daerah yang memiliki kontur tanah curam dan permukiman padat, terutama yang berada di dekat aliran sungai atau tebing. Sejumlah kawasan seperti Gunung Samarinda, Sepinggan, dan Klandasan Ilir termasuk dalam prioritas pemantauan.

BPBD juga bekerja sama dengan kelurahan dan RT setempat untuk mengedukasi warga mengenai tanda-tanda awal potensi longsor, seperti retakan tanah, air keruh mendadak, serta pohon miring.

“Kita minta warga segera melapor jika melihat tanda-tanda tanah bergerak atau retakan di rumah dan jalan lingkungan. Respon cepat sangat menentukan keselamatan,” tambahnya.


Sinergi dengan Dinas PU dan BMKG

Selain patroli lapangan, BPBD Balikpapan juga memperkuat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan BMKG Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Informasi cuaca harian dan prakiraan hujan ekstrem dijadikan acuan untuk menentukan wilayah prioritas siaga.

Dinas PU sendiri telah menyiapkan alat berat dan tim tanggap cepat untuk membantu jika terjadi longsor yang menutup akses jalan atau mengancam fasilitas publik.

“Kami sudah memiliki protokol penanganan cepat. Setiap laporan dari BPBD akan langsung ditindaklanjuti dengan pembersihan material dan evakuasi warga bila diperlukan,” kata Kepala Dinas PU Balikpapan, Andi Prasetyo.


Warga Diimbau Waspada dan Kurangi Aktivitas di Lereng

Dalam imbauannya, BPBD meminta masyarakat untuk tidak melakukan penggalian atau penebangan liar di lereng serta menghindari aktivitas berat saat hujan deras. Warga yang tinggal di kawasan berisiko juga diimbau menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, obat-obatan, dan perlengkapan darurat.

“Kami tidak ingin kejadian longsor memakan korban jiwa seperti beberapa tahun lalu. Kewaspadaan bersama adalah kunci,” tegas Ade.

BPBD juga membuka posko pengaduan bencana di setiap kecamatan, agar laporan warga dapat segera ditindaklanjuti tanpa menunggu lama.


Langkah Pencegahan Jangka Panjang

Untuk jangka panjang, BPBD bersama Pemerintah Kota Balikpapan tengah menyusun program mitigasi berbasis lingkungan, seperti pembangunan tanggul penahan tanah, revegetasi lereng, dan pembuatan sistem drainase baru di wilayah yang rawan longsor.

“Kami ingin pengendalian bencana tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif. Edukasi masyarakat dan perbaikan tata ruang harus berjalan seiring,” pungkas Ade Ariyanto.

Tags: Balikpapan BPBD Pengawasan Daerah