NEWS BALIKPAPAN – Memasuki tahap kedua pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Agustus 2025, kawasan penyangga seperti Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) mulai menunjukkan geliat ekonomi yang signifikan. Didukung oleh tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia, dunia usaha dan sektor riil di kedua daerah tersebut siap “ngebut” mengakselerasi pertumbuhan.

Tahap II IKN mencakup pembangunan fasilitas pemerintahan tambahan, hunian ASN, rumah sakit, sarana transportasi, serta pusat bisnis. Hal ini menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi regional, khususnya di sektor konstruksi, perdagangan, dan jasa pendukung.
Pelaku Usaha Optimis, Investasi Mulai Masuk
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Andi Gunawan, menyebut para pelaku usaha mulai meningkatkan ekspansi dan investasi di berbagai sektor, didorong oleh akses pembiayaan yang lebih longgar.
Baca Juga : IKN Bakal Punya Benteng Kedaulatan Udara, TNI AU Bangun Lanud Permanen
“Turunnya suku bunga jadi momentum tepat untuk ekspansi. Banyak pengusaha lokal dan luar daerah mulai masuk ke sektor pendukung IKN,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Tren suku bunga rendah turut memacu permintaan terhadap kredit modal kerja dan pembelian properti di kawasan penyangga IKN.
PPU Siapkan Lahan Industri dan UMKM Terdampak Positif
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan lahan khusus untuk pengembangan industri dan logistik. Sektor UMKM juga mulai terdampak positif dengan meningkatnya permintaan barang dan jasa dari para pekerja proyek dan pendatang baru.
Sekda PPU, Tohar, mengungkapkan bahwa sinergi dengan Otorita IKN dan dunia usaha terus diperkuat untuk memaksimalkan potensi lokal.
“Kami sedang genjot pelatihan tenaga kerja lokal dan fasilitasi UMKM agar mereka bisa masuk ke ekosistem rantai pasok IKN,” jelasnya.
Sinyal Positif dari Perbankan dan Investor
Sejumlah bank daerah juga melaporkan kenaikan permintaan kredit usaha dan properti, menandakan kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terus tumbuh. Investor mulai melirik kawasan sekitar Balikpapan dan PPU untuk pembangunan perumahan, gudang, hingga hotel bisnis.
Pengamat ekonomi regional dari Universitas Mulawarman, Dr. Ratna Sari, menilai kombinasi antara proyek besar dan kebijakan moneter longgar adalah formula ideal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Tahap II IKN akan menjadi titik balik akselerasi ekonomi Kalimantan Timur,” ujarnya.
Dengan sinergi antara pembangunan nasional dan kebijakan ekonomi yang mendukung. Balikpapan dan PPU bersiap menjelma menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa.







