NEWS BALIKPAPAN – Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, yang digarap PT Pertamina (Persero) memasuki tahap akhir pembangunan. Untuk memastikan kesiapan operasional dan efisiensi investasi, jajaran Kementerian Keuangan bersama manajemen Pertamina melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek strategis nasional tersebut pada Kamis (7/11/2025).

Proyek Strategis untuk Ketahanan Energi Nasional
Kilang RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak nasional dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Proyek ini juga dirancang untuk menghasilkan bahan bakar berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, setara dengan standar Euro V.
Baca Juga : Pertamina dan Kemenkeu Perkuat Sinergi Energi Nasional, Tinjau Kesiapan Akhir Proyek RDMP Balikpapan
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menegaskan bahwa proyek RDMP Balikpapan adalah tonggak penting menuju kemandirian energi Indonesia.
“Dengan beroperasinya kilang ini, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan impor BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek ini juga menjadi simbol kolaborasi kuat antara pemerintah dan BUMN,” ujarnya.
Nicke menambahkan bahwa penyelesaian proyek sudah mencapai lebih dari 95 persen, dan Pertamina menargetkan fase uji coba operasional dimulai pada awal 2026.
Kemenkeu Dukung Efisiensi dan Transparansi Pembiayaan
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Rionald Silaban, menyampaikan apresiasi atas kemajuan proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mengawal pembiayaan proyek agar tepat guna dan transparan.
“Kilang Balikpapan ini adalah investasi besar bagi masa depan energi nasional. Kami memastikan seluruh proses pendanaan berjalan akuntabel dan memberikan nilai tambah bagi negara,” kata Rionald.
Menurutnya, keberhasilan proyek ini akan berkontribusi langsung terhadap stabilitas fiskal karena mengurangi impor bahan bakar dan memperkuat neraca perdagangan nasional.
Dampak Ekonomi dan Pemberdayaan Lokal
Selain memperkuat sektor energi, proyek RDMP Balikpapan juga membawa dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar. Selama proses konstruksi, ribuan tenaga kerja lokal terserap dan berbagai usaha kecil di Kalimantan Timur mendapatkan peluang baru.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebutkan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dalam setiap tahapan proyek.
“Selain energi, kami juga membangun ekosistem sosial yang berkelanjutan. RDMP Balikpapan diharapkan menjadi contoh proyek hijau yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan kesiapan akhir proyek ini, pemerintah optimistis RDMP Balikpapan akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di sektor energi Asia Tenggara.







