NEWS BALIKPAPAN — Harapan panjang masyarakat perbatasan akhirnya terwujud. Sebanyak 10 desa terluar di Kalimantan Utara (Kaltara) kini resmi menikmati layanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Program ini menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya warga di daerah perbatasan merasakan terang listrik yang stabil dan berkesinambungan.

Desa-desa tersebut sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Nunukan dan Malinau yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Selama bertahun-tahun, warga hanya mengandalkan lampu minyak, genset, atau panel surya sederhana dengan keterbatasan energi. Kini, hadirnya listrik PLN diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup dan membuka peluang ekonomi baru.
Baca Juga : Pemkot Balikpapan Buka Suara Soal Peningkatan Kasus HIV/AIDS Kaltim
Warga Sambut dengan Antusias
Kehadiran listrik PLN disambut penuh suka cita oleh masyarakat. Banyak warga menggelar syukuran sederhana saat lampu-lampu pertama kali menyala.
“Dulu malam hari gelap gulita, anak-anak belajar pakai pelita. Sekarang rumah terang, kami sangat bersyukur,” ungkap Ahmad, warga salah satu desa di Nunukan.
Masyarakat juga optimistis bahwa listrik akan mempermudah usaha kecil, mendukung pendidikan, hingga memperbaiki layanan kesehatan di desa.
PLN Komitmen Melistriki Daerah 3T
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kaltimra menjelaskan bahwa proyek elektrifikasi desa terluar ini merupakan bagian dari program nasional untuk melistriki wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Pembangunan jaringan listrik dilakukan dengan tantangan medan berat, mulai dari jalur hutan, sungai besar, hingga akses darat yang sulit.
“Meski medan sangat menantang, komitmen kami adalah menghadirkan terang bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk saudara-saudara di perbatasan,” ujarnya.
PLN menggunakan kombinasi jaringan tegangan menengah, pembangkit energi baru terbarukan, serta pembangkit diesel ramah lingkungan untuk memastikan pasokan listrik tetap andal.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Masuknya listrik di desa-desa perbatasan diproyeksikan memberi dampak positif jangka panjang. UMKM lokal seperti penggilingan padi, usaha kuliner, hingga pengrajin dapat lebih produktif dengan dukungan energi listrik.
Selain itu, sekolah kini bisa memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran, dan puskesmas mampu mengoperasikan peralatan medis yang sebelumnya terbatas.
“Dengan listrik, pelayanan publik akan meningkat. Kami berharap generasi muda di desa terluar bisa belajar lebih baik dan punya kesempatan yang sama dengan daerah lain,” kata Bupati Nunukan.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mengapresiasi langkah PLN yang menghadirkan listrik di desa terluar. Gubernur menegaskan bahwa elektrifikasi merupakan bagian penting dalam memperkuat kedaulatan negara di wilayah perbatasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Wilayah perbatasan bukan hanya pintu gerbang negara, tetapi juga berhak mendapat pelayanan setara. Listrik adalah kebutuhan dasar yang akan mengubah masa depan desa,” ujarnya.
Kesimpulan
Peresmian listrik PLN di 10 desa terluar Kalimantan Utara menjadi capaian bersejarah pada 2025. Dengan hadirnya listrik, masyarakat kini dapat menikmati kehidupan yang lebih layak, peluang usaha yang lebih besar, serta layanan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik. Program ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dan PLN untuk mewujudkan keadilan energi di seluruh pelosok negeri, termasuk di garis terdepan perbatasan Indonesia.







